Aku dan Kampung Halaman

Pontianak, 07 November 2020




Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Hai namaku Oktafiana Rusli, aku merupakan anak bungsu dari pasangan Rusli Mamak dan Patima Hasan, aku mempunyai seorang abang dan kakak yang bernama Pirmansyah Rusli dan Hernita Rusli, aku juga memiliki abang ipar yang bernama Rudy Raenala dan aku juga memiliki 2 keponakan yang lucu dan nakal. Kami sekeluarga tinggal di sebuah desa yang dulunya sangat asing di telinga orang tetapi sekarang desa itu sudah banyak di kenal oleh orang banyak yaitu Desa Parit Wak’gattak. Parit wa’gattak ada dua yaitu parit wak’gattak hilir dan hulu. Dan tempat tinggal ku parit wa’ gattak bagian hulu yang mayoritas nya banyak suku Madura. Tapi aku bukan suku madura guys...tetapi bugis.

Kenapa di sebut dengan parit wa’gattak? Karena pendirinya bernama Wa’Gattak, sekaligus kakek buyutku. Awalnya kedua orang tuaku tinggal di parit wa’gattak hilir rumah monyangku, jadi abang dan kakaku di besarkan di sana. Dan pada saat ibu sedang mengandungku, ayah berniat untuk membuat rumah disini sehingga aku dilahirkan dan dibesarkan di rumah ini. Awalnya rumahku tidak seperti ini. Dulu rumahku hanyalah pondok-pondok (atap daun, dinding kayu) dan Alhamdulillah rezeki ada jadi rumahku di renovasi sehingga menjadi ini. Tanah yang diduduki rumahku ini adalah tanah pemberian kakek untuk ibuku. Aku menghabiskan masa kecilku di desa ini seperti bermain bersama-sama temanku kemudian mandi bersama di parit sambil bermain bola, main masak-masak menggunakan daun pucuk ubi, dan masih banyak lagi. Tanpa disadari kami semua sudah beranjak dewasa dan semua itu hanyalah tinggal kenangan.

Di tempat tinggalku ini dulunya sangat sepi dan banyak pepohonan tetapi seiring berjalannya waktu di tempatku tinggal sekarang sudah banyak perumahan-perumahan. Dan hal yang paling aku sukai di desaku ini adalah pada saat musim buah karena salah satunya aku berlomba-lomba dengan ayah untuk menemukan durian lalu menjualnya. 

Hanya ini cerita yang dapat kusampaikan kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Komentar

Postingan populer dari blog ini